Logo Ilmu Batin

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


KONSULTASI

 


Untuk berkonsultasi dengan Ust. Ajib, silakan konfirmasi ke Customer Service terlebih dahulu

  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas

Adab Wanita yang Sudah Bersuami

Kumpulan Artikel » Rumah Tangga » Adab Wanita yang Sudah Bersuami


Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu mengiringi niatnya." (Hr. Bukhari & Muslim). Banyak keindahan yang menghiasi dunia ini. Namun dari sekian banyak keindahan hanya mempunyai istri shalihah yang paling indah. Begitu mulianya istri shalihah hingga semua keindahan di dunia ini tidak bisa menandinginya, tetapi sedikit sekali para wanita yang memiliki sifat sholehah. Padahal menjadi wanita sholehah tidaklah sulit, jika wanita dapat menata hatinya. Lalu seperti apakah kriteria istri shalihah itu? Ada beberapa ketentuan yang harus dipenuhi oleh seorang istri apabila ia ingin mendapat gelar istri shalihah, yaitu dengan melakukan adab-adab yang sesuai dengan syari'at islam. Adapun di antara adab seorang istri adalah sebagai berikut.

  1. Senantiasa berada dalam rumah. Jika suami telah bisa memenuhi hak dan kewajibannya terhadap sitri, seperti memenuhi hak nafkah lahir dan batin, maka seorang istri harus memenuhi kewajibannya terhadap suami, yaitu harus tinggal dirumahnya dan mengurus anak-anak dan segala keperluannya. Allah Ta'ala berfirman: "Dan hendaklah kamu tinggal di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang jahiliyah yang dahulu" (QS. Al-Ahzab: 33).
  2. Tidak berkunjung ke rumah tetangga tanpa maksud tidak penting. Seorang istri yg dapat mengendalikan diri dengan tidak terlalu sering mengunjungi tetangga hanya sekedar ngerumpi atau membicarakan orang lain yang tidak ada manfaatnya tentu akan lebih di sayang oleh suaminya.
  3. Menyenangkan bila dilihat suami. Selau ceria salah satu cara menyenangkan suami, berpakaian dan berdandan rapi dihadapannya, agar suami tidak jenuh melihatnya. Taat pada suami juga salah satu upaya untuk membuat suami tenang. Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Sebaik-baik istri adalah istri yang ketika engkau pandang ia menyenangkan gatimu, jika engkau perintah ia patuh kepadamu, dan ketika engkau tidak ada di rumah, ia menjaga harta dan kehormatanmu."
  4. Memelihara kehormatan diri ketika suami pergi. Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam: "Adapun istri yang akan masuk neraka adalah: a. Istri yg ucapannya kotor terhadap suaminya. b. Istri yg ketika suaminya pergi, ia tidak bisa menjaga kehormatannya. Jika suaminya berada disisinya, ia selalu menyakiti hatinya dengan lisannya. c. Istri yg memberi beban suaminya diluar batas kemampuannya. d. Istri yg tidak menutupi dirinya dari pandangan laki-laki lain dan keluar rumah untuk menampakkan perhiasannya dan kecantikannya kepada laki-laki lain."
  5. Meminta izin jika hendak keluar rumah. Jika ia adalah seorang wanita yang masih gadis alias yang belum menikah, maka ia masih dalam pengawasan orangtua, maka jika hendak keluar haruslah meminta izin terlebih dahulu kepada kedua orangtuanya. Adapun jika wanita itu telah bersuami, maka izin lebih didahulukan kepada suami, sebab istri dilarang keras keluar rumah, kecuali telah mendapat izin suami. Jika telah mendapat izin suami pun harus memperhatikan syarat-syarat tertentu. Semua ini demi keselamatan bagi diri-sendiri, agar ketika ia keluar dari rumahnya, ia tidak menjadi penyebab timbulnya fitnah, juga tidak akan mengundang hal-hal yang mendatangkan maksiat dan petaka, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain!

    Syari'at agama yang seperti ini bukan berarti merampas hak kaum hawa untuk bebas bergerak, seperti halnya yang dituduhkan kaum orientalis barat dan gerakan feminisme. Dalam kenyataannya Islam tidak pernah menghambat karir wanita yang ingn maju disegala bidang, justru kemajuan wanita sangat dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam selama apa yang dikejarnya tidak melampaui kodratnya sebagai seorang wanita. Dengan demikian, syari'at Islam yang melarang para wanita keluar rumah denga sesuka hatinya tepat. Hal ini demi mencegah timbulnya fitnah dan kemaksiatan. Lebih penting lagi adalah supaya wanita bisa lebih banyak lagi mencurahkan perhatiannya kepada suami dan anak-anaknya. Seorang istri yang keluar rumah tanpa izin suami, berarti ia mendurhakai suami. Istri seperti ini dilaknanti oleh Allah Ta'ala dan Rasul-Nya, sebagaimana yang tersebut dalam hadits ini:

    "Wanita mana saja yang keluar dari rumahnya tanpa seizin suami, maka para malaikat melaknati dirinya hingga ia kembali pulang (lagi kerumahnya).
  6. Tidak Menghindari Suami. Istri yang baik tidak akan menghindari suaminya, meskipun ia dirundung masalah dengan suaminya. Bagaimanapun beratnya perasaan hatinya, istri akan berdosa jika menghindari suami.
  7. Menjaga Kehormatan Suami. Seorang istri mempunyai kewajiban untuk menjaga kehormatan diri suami, baik ketika suami sedang pergi maupun ketika suaminya berada di rumah. Penjagaan ini meliputi kehormatan, harta, anak-anak dan jiwa suaminya.
  8. Bermuka Ceria. Di samping bisa menjaga kehormatan suami ia senantiasa bermuka ceria setiap saat. Terlebih lagi ketika berada disamping suami. Bukankah selalu bermuka ceria kepada orang lain itu termasuk shadaqah? Apalagi jika wajah ceria kita tunjukkan terhadap suami sendiri, maka pahalanya akan berlipat-lipat.
  9. Menyamar Ketika Hendak Bepergian. Jika ia memperolaeh izin untuk bepergian, hendaklah ia menyamar. Maksudnya, tidak berdandan, memakai pakaian yang sederhana, supaya laki-laki lain tidak memperdulikannya, sehingga tidak timbul fitnah karenanya. (Alfitnatu asyaddu minal qatl)
  10. Menghindari Berjalan di Keramaian. Jika keluar rumah, hendaknya ia mencari jalan yang sepi, buka jalan yang biasa dilewati orang banyak. Ini dilakukan untuk menghindari gangguan dari laki-laki usil juga untuk menghindari fitnah.
  11. Tidak Mengeraskan Suara. Suara wanita adalah aurat. Untuk itu, ia dituntut untuk menjaga mulutnya agar selalu berkata dengan perkataan yg sopan, lemah lembut dan bernada rendah, agar laki-laki iseng yang ada niat jahat dalam hatinya, tidak bisa merusak kehormatannya. Menjaga suara ini dilakukan, baik ketika sedang berada dirumah sendiri maupun di tempat umum yang kemungkinan bisa didengar oleh laki-laki lain, sehingga timbul niat jahat terhadap dirinya. (yuuk, jaga suara mulai dari malam ini).
  12. Memperhatikan Kondisi Rumah Tangganya. Istri mempunyai tanggung jawab besar untuk memperhatikan suasana rumah tangganya, baik suasana ruhani maupun jasmaninya. Misalnya: Apakah anggota keluarganya sudah menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai seorang hamba? Seperti halnya shalat dan puasa. Dan lain lain.
  13. Menerima Pemberian Suami dengan Lapang Dada. Menerima pemberian suami sebagai rezeki dari Allah Ta'ala dengan lapang dada serta apa adanya, meskipun pemberian suami itu cuma sedikit, istri harap menerimanya dengan hati qana'ah, agar suami terhindar dari perbuatan yang dilarang syari'at. (harus pandai-pandai bersyukur, jangan lupa cakap terima kasih pada suami).
  14. Mendahulukan Hak Suami. Seorang wanita yang sudah bersuami berkewajiban untuk menghormati suaminya, termasuk dalam memenuhi haknya. Seorang istri harus mendahulukan hak suaminya daripada haknya sendiri begitu juga yang berhubungan dengan kerabat suaminya, bahkan dianjurkan mendahulukan kepentingan kerabat suaminya daripada kerabatnya sendiri.
  15. Selalu Bersih di Hadapan Suami. Ketika dihadapan suaminya, seorang istri yang baik harus dalam keadaan rapi dan bersih. Oleh karena itu, berhias dan membersihkan tubuh untuk suami adalah suatu kewajiban. Di samping itu, ia juga harus selalu menyiapkan diri dalam segala keadaan untuk bermesraan dengan suami apabila sewaktu-waktu sang suami menginginkannya (asal tidak dalam keadaan haid).
  16. Menyayangi dan Menjaga Anak-anak. Menyayangi anak-anak dan menjaga segala kemungkinan buruk yang menimpa mereka adalah kewajiban istri. Apalagi ketika suami sedang tidak ada dirumah maka menjaga anak-anak serta memperhatikan pendidikan mereka sepenuhnya menjadi tanggung jawab istri.
  17. Tidak Menghina Anak-anak Suami. Tidak membiasakan diri mencela anak-anak suaminya dalam segala keadaan, meski ia anak tiri, karena sesungguhnya anak-anak adalah amanat yang harus dijaga, baik itu anak sendiri maupun anak tiri.
  18. Menundukkan Pandangan dari Barang Haram. Menundukkan pandangan dari barang-barang yang haram dan jelek dilakukan agar istri terhindar dari perbuatan maksiat yang dilarang oleh syari'at.
  19. Selalu Ber-Muraqabah. Membiasakan diri dengan bermuraqabah atau menghapus kelalaian dengan dzikir. Dengan banyak berdzikir, akan semakin mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala.
  20. Memperbanyak Puasa. Istri yang membiasakan diri dengan memperbanyak puasa akan bermanfaat bagi dirinya juga anak-anaknya. Kebiasaan ber-iyadhah (laku prihatin) seperti ini bertujuan agar anaknya nanti menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan agamanya, mudah diatur dan selalu taat kepada kedua orang tuanya.
  21. Mendorong Suami untuk Mencari Rezeki yang Halal. Makanan yang masuk ke dalam perut akan berpengaruh pada pertumbuhan kejiwaan anak. Oleh karena itu, tugas seorang istri adalah mendorong suami untuk mencari rezeki yang halal, agar keluarganya terhindar memakan makanan dari rezeki yang haram. Tujuan lainnya adalah supaya anaknya menjadi anak yang shalih/shalihah.
  22. Tidak Banyak Menuntut Suami. Tidak membebani suami dalam hal nafkah dan tidak menuntut sesuatu diluar batas kemampuan suami.
  23. Memiliki Rasa Malu. Melanggengkan perasaan malu apabila melakukan perbuatan yang dapat mengakibatkan hilangnya kehormatan keluarga dan dirinya.
  24. Bersikap Sopan Pada Teman Suami. Apabila ada teman suami yang datang ke rumah dan suami sedang tidak ada di rumah, maka jangan memperkenankan masuk apalagi dia seorang laki-laki. karena perempuan yang bukan muhrimnya berada dalam satu ruangan akan menimbulkan fitnah!
  25. Memperdalam Ilmu Agama dan Al-Qur'an. Memperbanyak belajar ilmu agama dan Al-Qur'an sebagai pendorong rasa bakti istri kepada suami.

Jika adab-adab diatas dapat anda lakukan, maka kami jamin suami anda akan semakin sayang dan betah dirumah. Dan insyaAllah anda akan menjadi istri sholehah didunia dan diakhirat bersama suami anda.

Selain adab diatas, jika anda memiliki masalah keluarga yang sulit diselesaikan. Jangan khawatir banyak solusi buat anda salah satunya yaitu berdoa pada Allah Taala dengan mengamalkan Hizib Hikmah untuk menghadapi suatu perkara sulit.

Informasi lebih lengkap berkaitan dengan hizib untuk pengamalan silakan Anda klik disini: Hizib Hikmah

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas