Logo Ilmu Batin

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


KONSULTASI

 


Untuk berkonsultasi dengan Ust. Ajib, silakan konfirmasi ke Customer Service terlebih dahulu

  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas

Cara Menumbuhkan Kembali Cinta Suami Istri

Kumpulan Artikel » Rumah Tangga » Cara Menumbuhkan Kembali Cinta Suami Istri


Banyak pasangan yang memutuskan menikah dengan pria yang dipilih, namun disaat usia pernikahan baru sangat muda dan ujian mulai berdatangan perasaan cinta yang mereka miliki menjadi berbeda. Banyak sekali kasus perceraian yang dialami pengantin baru, dalam usia pernikahan yang baru sebesar biji jagung sudah memutuskan untuk berpisah.

Tidak hanya itu, kata talak atau cerai juga tidak asing lagi pada rumah tangga yang usianya sudah lama. Banyak pasangan yang sudah lama menikah namun ujung-ujungnya kisah cinta mereka berakhir dimeja hijau. Mungkin mereka tidak ingat jatuh bangun perjuangan cintanya dulu, mungkin mereka tidak ingat ikrar janji yang terucap pada hari pernikahan, mungkin juga mereka tidak ingat bahwa menikah adalah keputusan dari dalam diri mereka sendiri, atau bisa jadi ada orang ketiga???

Banyak kemungkinan yang menyebabkan suatu ikatan suci itu putus. Gambaran perceraian diatas sangat jelas bahwa belum ada kematangan berfikir, entah itu dari segi mana mereka berfikir. Apakah anda tahu apa penyebab rumah tangga tidak harmonis? Sering bertengkar? Dan akhirnya cerai?

Banyak sekali faktor penyebab hubungan suami istri berpisah. Faktor-faktor tersebut bisa dari dalam atau bisa juga dari luar. Perceraian merupakan proses sulit bagi pasangan. Akibat bercerai, mereka bisa tersakiti secara fisik maupun emosional. Lantas apa saja sebenarnya sebab dari perceraian? Temukan jawabannya dibawah ini:

Perbedaan prinsip
Alasan perbedaan prinsip sering digunakan oleh para pasangan ketika bercerai. Masalah prinsip ini biasanya berkaitan dengan agama, karir, anak, dan perbedaan lainnya.

Kekerasan
Masalah kekerasan dalam rumah tangga juga menjadi salah satu penyebab pasangan bercerai. Kekerasan fisik merupakan faktor utama kenapa istri atau suami menggugat cerai pasangannya.

Perselingkuhan
Siapa yang tahan hidup dimadu? Apalagi kalau perselingkuhan itu sudah menyangkut aktivitas seksual. Alasan ini pun sering dipakai untuk menceraikan pasangan.

Kecanduan
Banyak orang yang kerap merokok, mabuk, sampai minum obat-obatan terlarang. Kalau sudah kecanduan, tidak jarang mereka akan diceraikan oleh pasangannya.

Keuangan
Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan. Tetapi kalau tak ada uang, seseorang bisa lari dari pasangannya. Masalah finansial ini tak jarang ditemukan sebagai pemicu perceraian.

Komunikasi
Apa artinya hidup bersama jika tak pernah berkomunikasi? Terutama jika salah satu pasangan tinggal jauh dari rumah karena alasan pekerjaan. Buruknya komunikasi pun bisa membuat sebuah rumah tangga jadi hancur.

Seks
Seks jelas penting dalam kehidupan pernikahan. Tanpa seks, semuanya akan terasa hambar. Daripada hidup seperti itu, kebanyakan orang akhirnya memutuskan untuk bercerai.

Sebenarnya ada solusi dalam setiap masalah tersebut di atas. Namun itu semua terserah pada pribadi masing-masing yang menjalani kehidupannya.

Dari pernyataan “kadang saya suka marah pada suami hanya gara2 masalah itu”, tersirat bahwa persoalan yang sedang ukhti hadapi ini bukan masalah berat. Syukurlah ukhti sudah menyadarinya sebelum persoalan ini membesar. Lebih baik mencegah “penyakit” daripada “mengobatinya”, ‘kan?

Sebenarnya ada banyak konsep untuk menumbuhkan kembali cinta antara suami-istri sehingga terbina keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Bisa ribuan kalimat untuk menjelaskannya. Namun kita di sini tentunya mengharap jawaban yang ringkas berupa solusi yang sangat praktis. Jadi, aku rangkumkan saja hasil penelitian John Gottman yang disajikan kembali oleh Martin EP Seligman dalam bukunya, Authentic Happiness.

Menurut penelitian tersebut, pasangan-pasangan yang hubungannya membaik setelah beberapa tahun ternyata mencurahkan waktu selama sekitar lima jam tambahan setiap pekan untuk “menyirami pohon cinta” mereka. Ini dia rinciannya:

  • Saat berpisah. Sebelum keduanya mengucapkan salam perpisahan setiap pagi, mereka menanyakan apa yang akan dilakukan pasangannya hari itu. (2 menit x 5 hari = 10 menit)
  • Saat berkumpul kembali. Di penghujung hari, sepulang kerja, pasangan ini mengobrol ringan. (20 menit x 5 hari = 1 jam 40 menit)
  • Kasih sayang. Menyentuh, memeluk, dan mencium–semua ini dijalin dengan lemah-lembut dan rasa memaafkan. (5 menit x 7 hari = 35 menit)
  • Kencan mingguan. Hanya Anda berdua, dalam suasana yang santai, memperbarui cinta Anda. (2 jam sekali sepekan)
  • Kekaguman dan penghargaan. Setiap hari, kasih-sayang dan penghargaan yang tulus diberikan setidaknya sekali. (5 menit x 7 hari = 35 menit)

Supaya cara-cara praktis tersebut lebih efektif, kami anjurkan anda suami atau istri mengamalkan “Minyak Pengasihan Pemikat Hati Pria” dan “Minyak Pengasihan Pemikat Hati Wanita“.

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas