Logo Ilmu Batin

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


KONSULTASI

 


Untuk berkonsultasi dengan Ust. Ajib, silakan konfirmasi ke Customer Service terlebih dahulu

  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas

“KOMUNIKASI SEBAGAI KUNCI MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH”

Kumpulan Artikel » Rumah Tangga » “KOMUNIKASI SEBAGAI KUNCI MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH”

Berbicara mengenai keluarga, setiap orang pasti langsung teringat dengan ayah, ibu, anak, dan kehangatan rumah tangga. Ya, tiga personel dan satu situasi tersebut adalah faktor utama yang menjadi dasar terbentuknya sebuah keluarga. Tanpa dilengkapi salah satu personel atau pun kondisi tersebut, sebuah keluarga tidak akan dapat berfungsi dengan baik.

Pada dasarnya semua orang sudah tahu apa itu keluarga, tetapi tidak banyak orang bisa memahami makna dari keluarga, banyak orang tidak bisa membangun keluarganya dengan baik. Bahkan data dari survey terbaru tingkat perceraian naik mencapai 16-20 persen berdasarkan data yang didapat sejak tahun 2009 hingga 2016.

Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat perceraian yang ada di Indonesia, salah satunya adalah kurangnya komunikasi atau keterbukaan pada kedua pasangan. Banyak pasangan yang saling tertutup dan kurang berkomunikasi secara terbuka, hal ini bisa memicu kesalah pahaman antar pasangan dan memicu pertengkaran. Masalah urusan rumah tangga, urusan keluarga kedua belah pihak, keuangan dan banyak lainnya.

Dilingkungan keluarga, komunikasi sangat besar kedudukannya dalam mempertahankan kelangsungan hidup keluarga. Tanpa dibarengi dengan pelaksanaan komunikasi yang terbuka antar anggota dalam suatu keluarga dipastikan tidak akan terjadi keharmonisan di dalamnya.

Dalam keluarga juga paling sering terjadinya proses komunikasi dan informasi pendidikan. Sebagian besar perilaku orang tua dan lingkungannya dalam keluarga, akanselalu mendapatkan proses pendidikan sepanjang anak-anak masih diasuh di dalamnya.

Komunikasi merupakan suatu kegiatan yang pasti terjadi dalam kehidupan keluarga. Tanpa komunikasi, sepilah kehidupan keluarga dari kegiatan berbicara, berdialog, bertukar pikiran dan sebagainya. Akibatnya kerawanan hubungan antara anggota – anggota keluarga pun sukar untuk dihindari. Oleh karena itu, komunikasi antara suami dan sitri, komunikasi antara ayah, ibu dan anak, komunikasi antara ayah dan anak, komunikasi antara ibu dan anak dan komunikasi antar anak dan anak, perlu dibangun secara harmonis dalam rangka membangun pendidikan yang baik dalam keluarga.

Konsep Komunikasi Islam Pada Keluarga

Islam adalah agama yang mengajarkan seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam berkomunikasi. dalam agama Islam komunikasi harus dilandasi dengan cinta dan kasih sayang. Tidak ada alasan bagi anda untuk keluar dari etika-etika yang telah digaris bawahi oleh risalah Islam. Hal tersebut telah dicontohkan langsung oleh Allah yang Maha Penyayang dalam Al Qur’an. Karenanya kita akan mendapati bahwa setiap surah dalam Al Qur’an selalu diawali dengan Bismillahi Rahmaani Rahiim (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang).

dalam berkomunikasi dengan keluarga harus meneladani Rasulullah SAW. Adapun komunikasi yang dilakukan oleh Rasulullah kepada keluarganya sebagai berikut:

  • Bermuara pada rasa cinta dan kasih sayang.

Jadikanlah komunikasi anda sebagai muara cinta dan kasih sayang yang tulus karena Allah, sebab semua pesannya merupakan rahmat bagi keluarga bahkan bagi seluruh alam.
Abu Sulaiman Bin Al Huwairi berkata, kami datang kepada Rasulullah SAW dan kami tinggal bersamanya selama dua puluh hari. Tenyata Rasulullah SAW orang yang dipenuhi oleh kasih sayang dan kelembutan kepada keluarganya sehingga kami menjadi rindu kepada keluarga kami. Kemudian beliau menanyakan keluarga yang kami tinggalkan, maka kami menceritakannya kepada beliau. Kemudian beliau bersabda: “pulanglah kepada keluargamu dan penuhilah hak-hak mereka serta didiklah mereka dan berbuat baiklah kepada mereka……”

  • Memanggil nama anggota keluarga dengan panggilan yang menyenangkan.

panggillah keluargamu dengan sebutan yang menyenangkanSeperti ketika Rasulullah memanggil Fatimah dengan sebutan “Wahai Ananda”dan memanggil Aisyah dengan sebutan “Ya Humairo’) atau Ya AaIsy (orang-orang yang hidup).

  • Berkomunikan tanpa emosi.

Berkomunikasi tanpa emosi membuat pasangan dapat menyampaikan pesan sesuai dengan misinya. Sehingga kita bisa berbicara dengan kata-kata yang berbobot, penuh makna, mengandung nilai-nilai kebaikan dengan penuh kelembutan. Seperti ketika Rasulullah menegur Aisyah di saat Aisyah membuang makanan yang dikirim oleh Ummu Salamah. Beliau bersabda: “Ibumu sedang cemburu, Hai Aisyah, satu nampan yang engkau terima harus engkau antar satu nampan juga.” Begitu juga ketika Aisyah tidur setelah sholat subuh, beliau bersabda kepadanya: “Hai Aisyah, jemputlah rizkimu dan janganlah engkau menolaknya.” Beliau sering mengiringi bahasa lisannya dengan bahasa tubuhnya. Ketika Aisyah marah, Rasulullah bersabda kepadanya: “Hai Aisyah, berlaku lembutlah, sesungguhnya apabila Allah menghendaki kebaikan kepada sebuah keluarga maka Allah akan memberikan kelembutan kepada mereka."

  • Berlapang dada.

Berlapang dada dengan kelemahan yang ada dalam anggota keluarga, sehingga komunikasi dimulai dengan memaafkan kesalahan mereka terlebih dahulu. Anas berkata: “saya tidak pernah mendengar Rasulullah SAW berkata, mengapa kamu tidak melaksanakan ini, mengapa kamu tidak melaksanakan itu, mengapa kamu tidak begini dan mengapa kamu tidak begitu. Padahal dia tinggal bersama Rasulullah selama sepuluh tahun."
Suatu hari Rasulullah ditanya oleh seorang sahabat: "Ya Rasulullah, berapa kali engkau memaafkan pelayanmu dalam satu hari ?”
Beliau tidak menjawab. Tetapi setelah pertanyaan yang ketiga baru beliau menjawab: “Aku maafkan kesalahan pelayanku 70 x dalam sehari”.
Maka semua pesan dalam komunikasi beliau selalu menyenangkan untuk didengar, mudah untuk dipahami, dan bersemangat untuk direspon.

 

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas