Logo Ilmu Batin

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


KONSULTASI

 


Untuk berkonsultasi dengan Ust. Ajib, silakan konfirmasi ke Customer Service terlebih dahulu

  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas

Pandangan Hizib di Dalam Tarekat

Kumpulan Artikel » Hizib » Pandangan Hizib di Dalam Tarekat

Bagi masyarakat awam munculnya banyak keajaiban dalam diri para sufi memiliki daya tarik yang lebih tinggi daripada hakikat ajaran tasawuf. Sehingga, doa-doa warisan para sufi itu lebih digemari daripada konsep-konsep suluk yang mereka teladankan.

 

Bagaimana Pandangan Hizib di Dalam Tarekat?

Ilmu hizib secara umum memiliki arti doa atau dzikir tertentu yang diajarkan oleh seorang guru (mursyid) kepada muridnya untuk dibaca secara rutin dan istiqamah. Dua istilah tersebut sebenarnya sudah dikenal sejak masa Rasulullah dan para Sahabat, di mana mereka menjadikan al-Qur’an sebagai hizibnya yang dibaca atau ditunaikan secara istiqamah pada waktu-waktu tertentu.

Namun dalam pandangan para Ulama’ Salaf hizib memiliki pandangan yang berbeda-beda, menurut Abus-Sa’adat al-Jazari dalam an-Nihâyah fi Gharîbil-Atsâr, arti harfiah dari kata hizib adalah giliran dalam antrian pengambilan air di sumur. Arti harfiah tersebut mengalami beberapa pengembangan sehingga menjadi istilah tersendiri. Dalam beberapa kamus, seperti Lisânul-Arab, disebutkan bahwa selain bermakna “sekutu”, kata hizib juga berarti: bacaan atau salat yang ditekankan oleh seseorang kepada dirinya sendiri. Hizib dalam arti ini, di antaranya disebutkan dalam sebuah Hadis: “Telah tiiba kepadaku hizibku dari al-Qur’an, maka aku ingin diriku tidak keluar sebelum menyelesaikannya.” (HR Ibnu Majah).

Dan dalam istilah yang dikenal oleh kalangan sufi, arti kata hizib tidak jauh dari arti tersebut, hanya saja agak lebih khusus. Syekh Ahmad bin Abbad,  menyatakan bahwa hizib adalah kumpulan dzikir, doa dan bimbingan yang dibuat untuk mengingat Allah, berlindung dari keburukan dan kejahatan, memohon kebaikan, memohon tumbuhnya berbagai ilmu dan pengetahuan, dengan menyatukan hati kepada Allah.

Syekh Sulaiman Alamuddin ulama' pemerhati tasawuf juga menyatakan bahwa hizib sebagai sebuah istilah di dunia tasawuf adalah kumpulan doa yang diwajibkan oleh seorang syekh kepada para pengikutnya, sebagai sarana zikir dan istigfar pada tingkat pemula, yaitu maqâm taubah.

Dari beberapa pendapat ulama’ diatas jika dipandang dari satu konsep yang sama hizib memiliki satu tujuan yang sama yaitu suatu amalan yang diberikan dari seorang guru/musasyid kepada sang murid untuk mencari ridho Allah SWT. Sehingga karena itulah, hizib dalam tradisi sufi sangat lekat dengan ijazah, atau rekomendasi yang diberikan oleh seorang Syekh kepada muridnya untuk membaca hizib tersebut secara rutin sebagai salah satu tahap dalam suluknya. Oleh karena itu, Syekh Abdurrahman al-Fasi, penulis syarah terhadap Hizbul-Barr-nya Imam asy-Syadzali, menyatakan, “Tugas dari berbagai hizib dan wirid bisa dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu: pengajaran-pemudahan, pendidikan, dan peningkatan.”

 

Beberapa Ungkapan Ijazah hizib

Jadi, dari beberapa referensi tasawuf tersebut, terdapat beberapa ungkapan ijazah hizib, semisal qara’tuhu alâ (aku membacakan hizib ini di hadapan…) atau ajâzani bihi (aku mendapat ijazah hizib ini dari…). Juga, ada yang menggunakan sigat sanad, semisal (aku meriwayatkan hizib ini dari syekh fulan) dan seterusnya hingga kepada peletak pertama hizib tersebut. Atau, (aku mendapatkan hizib ini melalui jalur sanad syekh fulan), dan seterusnya.

Bahwa hizib merupakan bagian dari amaliah suluk, hal itu sudah sangat jelas, karena hizib umumnya memang dibuat oleh seorang mursyid, lalu diijazahkan kepada murid-muridnya. Ada beberapa tarekat sufi yang terkenal dengan hizibnya. Misalnya, asy-Syadzaliyah dengan Hizbul-Bahr (al-Hizbu as-Shaghîr), Hizbul-Barr (al-Hizb al-Kabîr), Hizbul-Hamd, Hizbul-Hifdzi was-Shaun, Hizbun-Nûr. Semua hizib ini dikarang oleh pendiri tarekat Syadzaliyah, Imam Abul Hasan asy-Syadzali. Hizib-hizib itu merupakan doa dan wirid yang dibaca secara rutin oleh Imam asy-Syadzali dalam waktu-waktu tertentu.

Selain hizib milik Imam asy-Syadzali, ada beberapa hizib lain di tarekat ini, yang dikarang oleh para khalifah beliau. Sebut saja, yang paling terkenal adalah Dalâilul-Khairât, karya Imam al-Jazuli. Juga, dua hizib beliau Hizbul-Falâh dan Hizbul-Jazûli.

Selain Syadzaliyah, tarekat Rifaiyah juga lumayan terkenal dengan hizib-hizibnya. Dalam tarekat ini, misalnya terdapat Hizbul-Faraj, Hizbur-Rifa’i as-Shaghîr, dan Hizbur-Rifa’i al-Kabîr, Hizbul-Wasîlah, Hizbus-Sirr al-Mashûn, dan lain sebagainya. Semuanya dikarang oleh Imam ar-Rifa’i, pendiri tarekat Rifa’iyah, serta menjadi bacaan rutin beliau yang diijazahkan kepada para muridnya.

Pada mulanya hizib memang hanya sebagai amalan pribadi dari seorang syekh/mursyid. Namun kebetulan syekh itu memiliki santri atau pengikut yang taat, maka amalan itu diturunkan kepadanya. Jika syekh itu mendirikan tarekat, maka secara otomatis juga menjadi amalan tarekat tersebut. Namun demikian, ada beberapa hizib yang tidak menjadi amalan tarekat tertentu, misalnya Hizbun-Nawawi, karya Imam an-Nawawi, juga Hizbun-Nashr, karya Syekh Ahmad al-Buni, dan lain sebagainya.

Hizib-hizib ini tidak berafiliasi dengan tarekat-tarekat tertentu, karena baik Imam an-Nawawi maupun Syekh Ahmad al-Buni, memang tidak mendirikan tarekat. Meskipun demikian, kedua hizib tersebut tetap tersebar secara luas di tengah-tengah umat Islam dari kalangan Ahlusunah Waljamaah, karena kedua ulama tersebut memang memiliki banyak murid yang menjadi perantara transmisi pada generasi setelahnya.

Penyebaran hizib-hizib para syekh tersebut melalui cara yang sangat beragam dan berbeda. Ada yang mewajibakan melakukan persyaratan khusus atau tidak, ada yang sebagian melalui jalur tarekat ataupun ajaran suluk, dan sebagian yang lain melalui jalur mujarabat, akan tetapi mereka memiliki satu kepercayaan yang sama yaitu kepercayaan akan kemujaraban doa-doa tersebut untuk mencapai hajat tertentu. Bahkan, kepercayaan sepertinya sudah lebih umum terjadi, khususnya di tengah-tengah masyarakat yang memiliki kepercayaan mistik yang tinggi.

Para syekh peletak hizib-hizib tersebut, kadang memang memberikan garansi tertentu mengenai adanya kemujaraban doa-doa tersebut, di luar tujuan utamanya sebagai amalan rutin untuk penempaan dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Tapi yang disayangkan, setelah melalui perjalanan sejarah yang panjang, hizib-hizib itu mulai mengalami pergeseran makna atau memiliki makna arti yang agak diubah, yakni tertukarnya tujuan utama dengan tujuan sampingan. Sebab, kalangan pengamal hizib seringkali lebih suka memahami hizib sebagai sebuah doa mujarabat, daripada memahaminya sebagai bekal penting dalam suluk. Tapi, bagaimanapun, yang terpenting, hizib tetap harus dipahami sebagai sebuah doa atau wirid, bukan sebuah mantra.

BACA JUGA!

 

Produk & Layanan dari Ilmu Batin

Amalan Hizib Al-Jaylani - Untuk Kesaktian

Amalan Hizib Al-Jaylani - Untuk Kesaktian4.jpg

Hizib ini memilki daya energi atau kekuatan yang besar untuk menaklukkan orang lain dengan kesaktian Anda, namun kalau memang dalam keadaan terdesak atau terpaksa Anda boleh melakukan hal tersebut untuk perlindungan diri Anda dengan Hizib Al-jaylani ini. 

Mahar:Rp 280.000,-

Hizib Falaah - Doa Kebahagiaan Dunia Akhirat

Hizib Falaah Doa Kebahagiaan Dunia Akhirat Lengkap.jpg

Bila Anda ingin mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat, di samping Anda mengamalkan ajaran agama dengan baik dan sesuai syariat, Anda pun bisa mengamalkan Amalan Doa Hizbul Falaah,

Mahar:Rp 280.000,-

Hizib Sulaiman

hizib sulaiman.jpg

Hizib sulaiman mampu membuat seseorang cepat naik pangkat dan memperoleh posisi yang sangat tinggi dalam pekerjaannya saat ini, selain itu berkah lain yang didapat adalah kekuatan, pengasihan, dan kekayaan.

Mahar:Rp 350.000,-

Hizib Al Bahr - Lautan Membentang (H29)

laut.jpg

Keistimewaannya: jika ada maling hendak memasuki rumah Anda, maka ia akan melihat laut yang membentang didepannya sehingga ia berusaha menyelematkan diri dengan gerakan renang.

Mahar:Rp 280.000,-

Lihat Selengkapnya...>>>

 

UNTUK MELIHAT PRODUK & LAYANAN KAMI SELENGKAPNYA, KLIK DISINI..!

penipuan berkedok paranormal

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas