Logo Ilmu Batin

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


KONSULTASI

 


Untuk berkonsultasi dengan Ust. Ajib, silakan konfirmasi ke Customer Service terlebih dahulu

  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas

Antara Hizib dan Wirid

Kumpulan Artikel » Hizib » Antara Hizib dan Wirid

Perbedaan Antara - Hizib dan WiridKata hizib dan wirid adalah dua kalimat yang tidak asing diantara mereka yang menekuni ilmu batin. Dan saking akrabnya, sering kali kita mengabaikan atau kurang memahami arti dari keduanya.

Dalam kaidah bahasa arab, ada arti bahasa secara harfiyyah dan istilah. Harfiyyah adalah arti kata dilihat dari arti kata itu sendiri atau arti kata secara umum. Sedangkan arti secara istilah adalah arti kata yang telah disesuaikan dengan maksud penggunaan kata tersebut secara lebih khusus.

Agar lebih jelasnya mari kita pahami arti harfiyyah dan istilah untuk hizib, sebagaimana pokok pembahasan kita kali ini.

Secara harfiyyah hizib mempunyai arti kelompok, golongan, partai, dan bagian. Dan menurut Abu As-Sa’adah Al-Jazari dalam An-Nihayah fi Gharib al-Atsar, arti harfiyyah kata hizib adalah giliran dalam antrian pengambilan air di sumur.

Arti kata secara harfiyyah adalah arti kata yang masih baku, sehingga ini belum cukup bisa menjelaskan arti yang dimaksud yang sebenarnya, belum bisa memberi penjelasan apa itu hizib. Dan selain arti menurut harfiyyah adalah arti secara istilah.

 

Lakukan 1 Langkah Praktis Ini Untuk Mendapatkan Jodoh Idaman

Terkejut, heran dan tidak percaya kah Anda dengan kenyataan dimana wanita yang Anda sukai lebih memilih pria yang notabene dibawah Anda. Wajah lebih tampan Anda! Materi lebih kaya Anda! Lalu kenapa Anda kalah bersaing dengan pria tersebut?

Se Kaya dan Se Tampan apapun Anda. Jika keberuntung tidak pernah berpihak kepada Anda, mau dikata apalagi. Memang yang harus Anda lakukan hanyalah pasrah melihat wanita yang Anda sukai berpasangan dengan pria lain.

Anda punya masalah seperti kondisi diatas? Ingin kami bantu Buka Aura Keberuntungan agar nasib percintaan Anda lebih baik. Tenang saja, kami punya solusinya sesuai dengan kebutuhan masalah percintaan yang Anda alami. Selengkapnya bisa Anda temukan di ILMU PENGASIHAN

Secara istilah, hizib memiliki makna lebih khusus lagi, yakni kumpulan doa yang ditalqinkan (diajarkan) seorang syaikh atau mursyid kepada murid-murid­nya untuk dibaca secara mudawwamah (rutin) dan istiqamah (terus-menerus). Dalam hal ini, hizib mempunyai kesamaan makna dengan wirid, dimana keduanya mengandung unsur mudawwamah dan ishtiqomah.

Dalam beberapa kamus, seperti Lisan al-‘Arab, disebutkan selain bermakna “sekutu”, kata hizib juga berarti bacaan dzikir atau shalat yang ditekankan seseorang kepada dirinya sendiri. Hizib dalam arti ini di antaranya disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya: “Telah tiba kepadaku hizibku dari Al-Qur’an, maka aku ingin diriku tidak keluar sebelum menyelesaikannya.” (HR Ibnu Majah).

Dalam istilah yang dikenal kalangan sufi, arti kata hizib tidak jauh dari arti tersebut, hanya saja agak lebih khusus. Syaikh Ahmad bin ‘Abbad menyatakan bahwa hizib adalah kumpulan dzikir, doa, dan bimbingan yang telah dirangkai sedemikian rupa untuk mendekatkan diri kepada Allah, berlindung agar dijauhkan dari keburukan dan kejahatan, memohon kebaikan, memohon tumbuhnya berbagai ilmu dan pengetahuan, dengan menyatukan hati kepada Allah.

Syaikh Sulaiman ‘Alamuddin, seorang pemerhati tasawuf, menyatakan, hizib secara istilah di dunia tasawuf mempunyai arti kumpulan doa yang diwajibkan oleh seorang syaikh kepada para pengikutnya, sebagai sarana dzikir dan istighfar pada tingkat pemula, yaitu maqam taubah.

Barangkali karena itulah, hizib dalam tradisi sufi sangat lekat dengan ijazah, izin yang diberikan oleh seorang syaikh kepada muridnya agar membaca hizib tersebut secara rutin sebagai salah satu tahap dalam suluknya. Oleh karena itu, Syaikh Abdurrahman Al-Fasi, penulis syarah terhadap Hizb al-Barr Imam Asy-Syadzili, menyatakan, fungsi hizib dan wirid bisa dikelompokkan menjadi tiga macam: pengajaran, pendidikan, dan peningkatan maqam (tadrij al-maqam).

 

Ijazah Dzikiran

Dalam beberapa referensi tasawuf, terdapat beberapa ungkapan ijazah hizib. JIka kita membaca kitab-kitab tasawuf maka kita akan mendapatkan beberapa tulisan atau ungkapan dimana itu menjelaskan bahwa seseorang telah mendapatkan ijazah dari orang lain. Ungkapan tersebut semisal qara‘tuhu ‘ala (aku membacakan hizib ini di hadapan…) atau ajazani bihi (aku mendapat ijazah hizib ini dari…). Juga, ada yang menggunakan sighat (lafaz) sanad, semisal “aku meriwayatkan hizib ini dari Syaikh Fulan (dan seterusnya hingga sampai pada penyusun pertama hizib tersebut). Atau, “aku mendapatkan hizib ini melalui jalur sanad Syaikh Fulan (dan seterus­nya)”.

Mata rantai pewarisan hizib ini mirip dengan ijazah kitab, yang biasa diberikan oleh seorang syaikh kepada muridnya sebagai pengakuan terhadap kualifikasi keilmuannya. Bahkan, dalam beberapa hal juga ada kemiripan dengan periwayatan hadits, terutama dari segi adanya perhatian besar terhadap ijazah dan sanad.

Jika kita mengamalkan hizib selalu lekat dengan yang namanya ijazah, namun tidak demikian dengan mempelajari kitab. Dalam transmisi keilmuan melalui kitab, perhatian terhadap ijazah dan sanad tidak terlalu menjadi perhatian. Setiap pelajar (santri) bisa mempelajari sebuah kitab tanpa harus mendapat ijazah dan sanad dari siapa pun. Sangat berbeda dengan hizib, seorang murid tidak akan berani mengamalkan hizib itu tanpa ada ijazah dari gurunya.

Hizib merupakan bagian dari amaliyah suluk, itu sudah sangat jelas, karena hizib umumnya memang dibuat oleh seorang mursyid lalu diijazahkan kepada murid-muridnya untuk mencapai tingkatan ilmu tasawwuf yang lebih tinggi.

Hizib merupakan amalan yang masih bertahan dalam seleksi zaman yang ekstrim ini dan dizaman serba instan ini. Hal ini ada beberapa faktor yang menjadikannya demikian. Masuknya amalan hizib sebagai hal yang wajib dalam thariqot dan keilmuwan para pendiri adalah merupakan faktor esensian bertahannya hizib sampai sekarang ini. Ini bisa kita amati pada beberapa tarekat yang terkenal dengan hizibnya. Antara lain Asy-Syadzi­liyah, dengan Hizb al-Bahr (al-Hizbu as-Shaghir), Hizb al-Barr (al-Hizb al-Kabir), Hizb al-Hamd, Hizb al-Hifzh wa ash-Shawn, Hizb an-Nur.

Semua hizib ini disusun oleh pendiri Tarekat Syadziliyah, Imam Abul Hasan Asy-Syadzili. Hizib-hizib itu merupakan doa dan wirid yang dibaca secara rutin oleh Imam Asy-Syadzili dalam waktu-waktu tertentu.

Selain hizib Imam Asy-Syadzali, ada juga beberapa hizib lain di tarekat ini, yang disusun oleh para khalifah beliau. Sebut saja, yang paling terkenal, Dalail al-Khairat, Hizb al-Falah, dan Hizb al-Jazuli, karya Imam Al-Jazuli.

Selain Syadziliyah, Tarekat Rifaiyah juga punya kekhususan dengan hizib-hizibnya. Dalam tarekat ini, misalnya ada Hizb al-Faraj, Hizb ar-Rifa’i ash-Shaghir, Hizb ar-Rifa’i al-Kabir, Hizb al-Wasilah, Hizb as-Sirr al-Mashun. Semuanya disusun oleh Imam Ar-Rifa’i, pendiri Tarekat Rifa’iyah, serta menjadi bacaan rutin beliau yang diijazahkan kepada para muridnya.

Memang, pada mulanya, hizib lebih sering menjadi amalan pribadi seorang syaikh. Jika syaikh itu memiliki murid atau pengikut, amalan itu diturunkan kepada mereka. Dan jika syaikh itu mendirikan tarekat, secara otomatis hizibnya juga menjadi amalan tarekat tersebut.

Namun demikian, ada beberapa hizib yang tidak menjadi amalan tarekat tertentu, misalnya Hizb an-Nawawi, karya Imam An-Nawawi, Hizb an-Nashr, karya Syaikh Ahmad Al-Buni. Baik Imam An-Nawawi maupun Syaikh Ahmad Al-Buni memang tidak mendirikan tarekat.

Meskipun demikian, kedua hizib tersebut tetap tersebar secara luas di tengah-tengah umat Islam di kalangan Ahlussunah wal Jama’ah, karena kedua ulama tersebut memang memiliki banyak murid yang menjadi perantara transmisi pada generasi setelahnya.

Jalur penyebaran hizib-hizib para syaikh itu melalui cara dan motif yang beragam. Sebagian melalui jalur tarekat ataupun ajaran suluk para syaikh, dan sebagian yang lain melalui jalur mujarrabat, yakni bacaan yang teruji manfaatnya dan menjadi kepercayaan akan kemujaraban doa-doa tersebut untuk mencapai hajat tertentu.

Namun sayangnya, setelah melalui perjalanan sejarah yang panjang, hizib-hizib itu mulai mengalami pergeseran makna, yakni tertukarnya tujuan utama dengan tujuan sampingan. Sebab, kalangan pengamal hizib sering kali lebih suka memahami hizib sebagai sebuah doa mujarrabat daripada memahaminya sebagai bekal penting dalam suluk.

Tapi, bagaimanapun, yang terpenting, hizib tetap harus dipahami sebagai sebuah doa, bukan sebuah mantra.

 

Wirid

Secara harfiyyah wirid artinya haus, dahaga, mendatangi air untuk meminumnya dan menghilangkan dahaga.

Sedang secara istilah, wirid adalah kumpulan doa yang dibaca rutin tiap hari. Wirid adalah seruan atau doa yang mengandung permohonan tertentu kepada Allah SWT. Wirid diartikan juga sebagai doa-doa yang diucapkan berulang-ulang setiap hari dengan bilangan tertentu dan waktu tertentu.

Bacaan wirid yang disusun para ulama sangat beragam, dengan unsur bacaan ma’tsurat (yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits) dan ghair ma’tsurat (bacaan doa yang disusun oleh ulama-ulama salaf dan para awliya‘), dan lain­nya.

Al-Imam Al-Quthb Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad adalah sosok yang paling termasyhur dalam hal ini. Ia me­miliki sejumlah wirid susunannya, yang banyak dibaca kaum muslimin. Karya-karya wiridnya yaitu Miftah as-Sa’adah wa al-Falah fi Adzkar al-Masa‘ wa ash-Shabah, An-Nubdzah ash-Shughra fi Adzkar ash-Shabah wa al-Masa‘, dan Ratib al-Haddad.

Wirid biasanya berhubungan dengan istilah warid. Warid adalah hidayah yang diturunkan dalam hati seseorang tanpa diminta. Orang yang melalaikan wirid tidak akan mendapat warid.

Pengarang kitab Al-Qirthas Syarh Ratib al-‘Aththas, Al-Habib Ali bin Hasan Al-Aththas, mendefinisikan warid sebagai sesuatu yang datang kepada bathin seorang hamba yang terdiri dari perasa­an yang amat halus, cahaya, sirr (raha­sia), dan kasyaf (penguakan akan tabir-tabir), hingga hatinya merasa lapang, tenang, ber­mandikan cahaya Ilahiyah dan raha­sia-Nya.

BACA JUGA!

 

Produk & Layanan dari Ilmu Batin

Amalan Hizib Al-Jaylani - Untuk Kesaktian

Amalan Hizib Al-Jaylani - Untuk Kesaktian4.jpg

Hizib ini memilki daya energi atau kekuatan yang besar untuk menaklukkan orang lain dengan kesaktian Anda, namun kalau memang dalam keadaan terdesak atau terpaksa Anda boleh melakukan hal tersebut untuk perlindungan diri Anda dengan Hizib Al-jaylani ini. 

Mahar:Rp 280.000,-

Hizib Falaah - Doa Kebahagiaan Dunia Akhirat

Hizib Falaah Doa Kebahagiaan Dunia Akhirat Lengkap.jpg

Bila Anda ingin mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat, di samping Anda mengamalkan ajaran agama dengan baik dan sesuai syariat, Anda pun bisa mengamalkan Amalan Doa Hizbul Falaah,

Mahar:Rp 280.000,-

Hizib Sulaiman

hizib sulaiman.jpg

Hizib sulaiman mampu membuat seseorang cepat naik pangkat dan memperoleh posisi yang sangat tinggi dalam pekerjaannya saat ini, selain itu berkah lain yang didapat adalah kekuatan, pengasihan, dan kekayaan.

Mahar:Rp 350.000,-

Hizib Al Bahr - Lautan Membentang (H29)

laut.jpg

Keistimewaannya: jika ada maling hendak memasuki rumah Anda, maka ia akan melihat laut yang membentang didepannya sehingga ia berusaha menyelematkan diri dengan gerakan renang.

Mahar:Rp 280.000,-

Lihat Selengkapnya...>>>

 

UNTUK MELIHAT PRODUK & LAYANAN KAMI SELENGKAPNYA, KLIK DISINI..!

penipuan berkedok paranormal

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas