Logo Ilmu Batin

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


KONSULTASI

 


Untuk berkonsultasi dengan Ust. Ajib, silakan konfirmasi ke Customer Service terlebih dahulu

  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas

Rahasia Dibalik Amalan Sholawat

Kumpulan Artikel » Sholawat Khusus » Rahasia Dibalik Amalan Sholawat


Rahasia Dibalik Amalan SholawatFatwa sayyid Abdur-Rahman bin Musthofa Al-Idrus (tinggal di mesir), menyatakan (dalam penjelasan Beliau tentang sholawatnya sayyid Ahmad Al-Badawi yang di tulis dalam kitabnya yang berjudul “Miraatu Al-Syumus fi manaqibi Aali Al-Idrus”) menyatakan: “Bahwa di akhir zaman nanti, ketika sudah tidak di temukan seorang murobbi (Mursyid) yang memenuhi syarat, tidak ada satu pun amalan yang bisa mengantarkan seseorang wushul (ma’rifat) kepada Allah kecuali bacaan Sholawat kepada Nabi SAW, baik dalam keadaan tidur maupun terjaga.”

Kemudian setiap amalan manusia itu mungkin di terima dan mungkin juga di tolak, tapi kecuali bacaan sholawat kepada Nabi SAW yang pasti di terima oleh Allah SWT, karena dengan bacaan sholawat tersebut berati telah memuliakan Nabi SAW. Dan Sayyid Abdur Rohman meriwayatkan keterangan tersebut berdasarkan kesepakatan para Alim Ulama’.

Fatwa tersebut yaitu: “ketahuilah sesungguhnya para ulama’ telah sepakat atas diwajibkannya membaca “Sholawat dan Salam” untuk Baginda Nabi SAW. Kemudian mereka berselisih pendapat mengenai “kapan” kewajiban itu harus dilaksanakan?.
Menurut Imam Malik, cukup sekali dalam seumur. Menurut Asy-Syafi’i, wajib dibaca pada tasyahud akhir dalam sholat fardhu. Menurut ulama’ lainnya, wajib dibaca satu kali dalam setiap majlis. Ada juga ulama’ yang berpendapat, wajib dibaca setiap kali mendengar nama nabi disebut. Dan ada juga yang mengatakan wajib untuk memperbanyak sholawat, tanpa di batasi bilangan tertentu.”

Dalam perbedaan pendapat tersebut ada satu persamaan secara umum yaitu membaca sholawat kepada nabi merupakan hal agung lagi wajib dalam hidup dan keutamaannya pun sangat banyak. Membaca sholawat merupakan bentuk ibadah yang paling utama dan paling besar pahalanya. Sampai-sampai sebagian kaum “arifin” mengatakan: “sesungguhnya sholawat itu bisa mengantarkan pengamalnya untuk ma’rifat kepada Allah, meskipun tanpa guru spiritual (mursyid)”.

Akan tetapi maksud perkataan tersebut apabila diterapkan pada masa sekarang yaitu: jika yang mengamalkan sholawat tanpa guru spiritual (mursyid) ialah orang yang ikhlas dan ridho seperti ketika kehidupan para Alim Ulama’ besar maka ia pasti dapat mencapai ma’rifat Allah, namun jika orang yang mengamalkan sholawat tanpa guru spiritual (mursyid) ialah orang pada zaman sekarang, pertanyaannya apakah ia mampu sampai mendapatkan ma’rifat Allah? Karena pada masa sekarang jauh berbeda dengan zaman para Ulama’ besar, maka untuk itu jika mengamalkan suatu amalan sholawat khusus sangat dibutuhkan seorang mursyid/guru.

Lalu jika mengamalkan sholawat tanpa guru/mursyid apakah bisa mencapai ma’rifat Allah? Ya jelas bisa, jika ia memang seorang pengamal yang sangat ikhlas, karena guru dan sanadnya langsung melalui Nabi. Ingat!!! setiap sholawat yang dibaca seseorang yang ikhlas selalu diperlihatkan kepada beliau dan beliau membalasnya dengan do’a yang serupa (maksudnya nabi tahu siapa saja yang membaca sholawat kepada beliau dan nabi menjawab sholawat dengan do’a yang serupa sholawat yang dibacanya).

Hal ini berbeda dengan dzikir-dzikir selain sholawat, dzikir diamalkan harus melalui bimbingan guru spiritual/mursyid yang sudah mencapai maqom ma’rifat. Jika tidak demikian, maka yang akan menduduki mursyidnya adalah syaithon dan pengamalnya tidak akan mendapat manfaat apapun.

Selalu Membaca Sholawat

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan memberinya rahmat kepadanya sepuluh kali.” Dan Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali r.a di dalam kitabnya (Ihya) mengemukakan hadits dari Abdul Wahid bin Zaid yang menuturkan sebagai berikut.

"Pada suatu hari, saya bersama seorang teman keluar meninggalkan rumah untuk suatu keperluan. teman saya tidak henti-hentinya mengucapkan shalawat, baik di saat sedang berdiri, duduk, bergerak maupun diam. Ketika kutanyakan hal itu kepadanya, ia menjawab :
Anda saya beritahu soal itu. Dahulu saya bersama ayah pergi ke Makkah untuk pertama kali. Dalam perjalanan berangkat saya ketiduran di suatu tempat. Dalam mimpi saya melihat seorang datang mendekatiku, lalu berkata,
“Bangunlah. Allah telah mewafatkan ayahmu dalam keadaan wajahnya kehitam-hitaman!”
Saya bangun dalam keadaan takut dan bingung. Ayah kuhampiri dan kubuka kain penutup mukanya. Ternyata benar, ia telah menjadi mayit dan wajahnya tampak kehitam-hitaman. Saya sungguh ketakutan sekali. Beberapa saat kemudian, dalam keadaan bingung dan sedih, saya tertidur kembali.
Kali ini saya mimpi lagi melihat empat orang lelaki berkulit hitam, masing-masing memegang tongkat besi. Tiba-tiba datang seorang lelaki berwajah rupawan berpakaian warna hijau. Kepada orang-orang yang berkulit hitam itu ia berkata,
“Menyingkirlah kalian semua!.”
Lelaki rupawan itu lalu mengusap-usap muka ayahku dengan tangannya. Lalu mendekatiku seraya berkata,
“Hai, bangunlah. Allah telah memutihkan muka ayahmu.”
Aku bertanya,
“Anda siapa?.”
Ia menjawab,
“Aku Muhammad.”
Ketika bangun, saya segera menghampiri ayah dan kubuka kain penutup mukanya, dan ternyata wajahnya tampak keputih-putihan. Sejak itu saya tidak pernah meninggalkan shalawat kepada Rasulullah. Sungguh mulianya bagi mereka yang telah mendapat syafa'at Rasulullah SAW.

Dari kisah tersebut bisa kita simpulkan bahwa bagi siapapun yang selalu bersholawat atas Baginda Rasulullah SAW, maka ia akan mendapatkan pertolongan dari Beliau kekasih Allah SWT. Semoga kita semua termasuk golongan orang yang bertakwa. Aamiin.

Artikel berkaitan Amalan Sholawat Istimewa:

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas