Logo Ilmu Batin

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


KONSULTASI

 


Untuk berkonsultasi dengan Ust. Ajib, silakan konfirmasi ke Customer Service terlebih dahulu

  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas

Wujud Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW

Kumpulan Artikel » Sholawat Khusus » Wujud Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW


Wujud Kasih Sayang Nabi Muhammad SAWSebagaimana kita meyakini bahwa Rasulullah saw memilkiki akhlaq yang sangat mulia. Kita sebagai umat islam yakin bahwa Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul terakhir yang diutus Allah swt kepada seluruh umat manusia di alam semesta. Beliau diutus dengan tugas yang sangat amat berat yaitu menyampaikan risalah Islam sekaligus sebagai rahmatan lil’alamin yg penuh dengan contoh teladan utama. Wujud dari rahmatan lil’alaminnya itu ialah bahwa segala peraturan yg dibawanya bukan hanya untuk kebahagiaan dirinya pribadi saja, akan tetapi juga untuk seluruh umat manusia secara umum.

Norma-norma dan peraturan - peraturan beliau ditunjukan dengan melalui seluruh perbuatan beliau yaitu diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan sedangkan akhlaknya berfungsi sebagai uswah hasanah yang patut dicontoh oleh tiap pribadi muslim khususnya dan oleh tiap umat manusia pada umumnya. Di dalam semua fase kehidupannya beliau terkenal berbudi pekerti baik dan tak ada perbuatan yang dituduhkan kepadanya sebagai keburukan. Karena budi pekerti dan akhlaknya yg baik tersebut sejak mudanya beliau telah mendapatkan gelar kehormatan dari kaumnya yaitu sebagai Al-Amin .

karena akhlaq dari kehidupan beliau yang baik maka dijadikan Allah SWT sebagai pola panutan kehidupan oleh tiap manusia. Aisyah istri Rasulullah ketika ditanya tentang apa dan bagaimana akhlak dan budi pekerti Rasulullah beliau menjawab: "bahwa akhlak Rasulullah adalah Al Quran. Oleh karenanya maka rumah tangga yang baik adalah yang berpola kepada rumah tangga Rasulullah." Dab begitu juga kepemimpinan yang baik dan ideal adalah yg berpola dan meniru kepada kepemimpinan Rasulullah SAW. Ibadah yang baik dan benar berpola kepada yg dilakukan dan dicontoh oleh Rasulullah SAW.

Ajaran Islam bermuara Pada Akhlak Risalah yang dibawa Rasulullah, yang mana amal dan ajarannya demikian luas dan dalam. Tidak saja meliputi kehidupan umat manusia tetapi juga menjangkau seluruh kehidupan isi jagat raya ini. Meskipun amalan dan ajarannya telah 14 abad dikaji dan dibahas oleh para cerdik cendikiawan namun hingga kini keluasan dan kedalamannya masih belum terajuk oleh ilmu dan teknologi. Dan bila kita bertanya apa sebenarnya yang dikehendaki oleh ajaran Islam yg demikian luas dan dalam ini dari makhluk manusia ? maka jawabannya cukup sederhana saja yakni bahwa Islam menghendaki agar manusia menjadi orang yg baik dan orang yg baik itu ternyata ada pada akhlak yang mulia dan terpuji yaitu dengan menteladani akhlaq Rasulullah.

Bahkan dalam salah satu sabdanya yang lain beliau pernah menegaskan bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling mulia dan paling baik akhlaknya. Dengan demikian jelas bahwa semua ajaran dan amalan Islam bermuara pada akhlak yang mulia seperti akhlaq Rasulullah SAW. Islam memandang bahwa akhlak yang mulia dan utama adalah sebagian dari iman bahkan merupakan buahnya yang manis. Untuk itulah syariat Islam menggariskan perilaku perbuatan yang bernilai akhlak dengan perintah-perintahnya.

Syariat Islam membina akhlak yg positif sedangkan dengan larangan-larangannya ia menjauhkan nilai-nilai negatif pada akhlak. Itulah sebabnya syari’at Islam selalu mengajak kepada amar bil-ma’ruf dan nahyi ‘anil-munkar memerintahkan kepada yang baik dan mencegah dari yang buruk. Oleh karenanya bila manusia hidup dalam naungan syari’at ia akan terdidik kehidupannya dalam nilai-nilai yang baik serta senantiasa akan menghindari nilai-nilai buruk.

Wujud Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW terdapat pada seluruh perilaku hidup sehari - harinya, yang mana merupakan contoh teladan yang patut ditiru bagi umat manusia. Beliaulah satu -satunya figur manusia yang memiliki pribadi dan akhlak yang sempurna. Pribadi dan akhlaknya merupakan tumpuan yang memperteduh segala makhluk dunia dalam mencari rahmat Allah SWT. Kehidupannya merupakan wujud citra yang paling tinggi dalam seluruh aspek kehidupan manusia tutur bahasanya merupakan puncak segala budi bahasa risalahnya adalah ujung segala cita-cita yang mulia.

Untuk mengetahui sejauh mana kelembutan kehalusan dan kemuliaan akhlak beliau terutama sifat kasih sayangnya yang mendalam dituturkan dalam sebuah riwayat Hadits berikut:

"Pada suatu hari di musim panas beliau pergi ke pasar untuk membeli qamis yg terbuat dari kain wool kasar sebagai pengganti bajunya yang sudah usang. Beliau membawa uang sebanyak 8 dirham. Ketika sedang berjalan dilihatnya ada seorang jariah di tepi jalan sedang menangis tersedu. Beliau hampiri anak itu seraya menegur dengan kasih sayang “Kenapa engkau menangis nak ?” budak wanita tadi menjawab “Aku disuruh majikanku ke pasar untuk belanja makanan aku dibekali uang 2 dirham namun uang itu hilang” jawabnya sambil terus menangis. “Sudah jangan menagis lagi ini uang 2 dirham ambilah sebagai pengganti uangmu yang hilang pergilah belanja” “Terima kasih” kata budak wanita itu seraya pergi meninggalkan Rasulullah. Rasulullah berpikir bahwa uangnya sudah berkurang 2 dirham kini tinggal 6 dirham sudah pasti dengan uang tersebut tidak dapat lagi kain wool kasar paling hanya utk qamis kain katun. Kemudian beliau meneruskan perjalanan ke pasar dan membeli qamis seharga 4 dirham dengan demikian masih tersisa 2 dirham kemudian pulang."

"Di tengah perjalanan pulang Rasulullah mendengar seorang tua berseru di tepi jalan “Siapakah yang akan memberiku pakaian semoga ia akan diberi Allah pakaian yang indah di surga” Rasulullah mendekati orang tua itu dan melihat bahwa pakaian yg dipakainya sudah tidak layak lagi untuk dipakai. Maka beliau memberikan qamis yg baru dibelinya itu kepadanya. Selanjutnya Beliau pergi lagi ke pasar membeli pakaian seharga 2 dirham sesuai sisa uangnya yang tentu kualitasnya lebih rendah dari sebelumnya kemudian beliau pulang dengan rasa puas."

Namun di tengah perjalanan pulang bertemu dengan budak perempuan tadi dan sedang menangis pula “Apalagi yang engkau tangisi” kata Rasulullah “Uangmu yang hilang telah kuganti dan engkau sudah belanja” budak itu menjawab “Aku terlalu lama pergi sehingga aku takut pulang karena majikanku pasti memarahiku” “Oh engkau jangan kuatir pulanglah aku akan mengantarmu sampai ke rumah dan bertemu majikanmu” kata Rasulullah.

Budak perempuan itu lalu berjalan menuju rumah majikannya sementara Rasulullah mengikutinya dari belakang. Setelah sampai Rasulullah melihat ke sekelilingnya sepi dan sunyi maka beliau dgn suara yang keras berseru menyampaikan salam “Assalamu’alaikum warahmatullah”. Tetapi tidak ada jawaban diulanginya sampai tiga kali baru ada jawaban dari dalam “Wa alaikumssalam warahmatullahi wa barakatuh”. "Apakah kalian tidak mendengar salamku ” kata Rasulullah maka penghuni rumah menjawab “Kami mendengar ya Rasulullah namun sengaja kami belum menjawabnya sampai engkau mengulanginya 3 kali agar doa yg engkau ucapkan kepada kami lebih banyak keberkatannya” “Baiklah kalau begitu dan ini aku mengantarkan budak kalian pulang ia tadi kehilangan uang belanjanya 2 dirham dan aku telah menggantinya. dan aku harap agar kalian tidak memarahinya karena terlambat pulang” demikian Rasulullah menjelaskan.

“Ya Rasulullah” kata wanita pemilik budak itu “karena engkau telah menolongnya dan telah melindunginya maka budak ini sejak saat ini kami merdekakan semoga senantiasa dalam lindungan Allah berkat kasih sayangmu”

Tidak dapat dibayangkan betapa gembira dan terharunya hati Rasulullah setelah mendengar pernyataan itu demikian pula si budak itu.

Beliau sambil pulang menuju rumah berseloroh dalam hatinya “Alangkah penuh berkahnya uang 8 dirham ini. Yang kehilangan uang dapat diganti yang tak berpakaian dapat pakaian yang ketakutan dapat tertolong dan seorang budak dapat dimerdekakan dan aku sendiri dapat membeli qamis.”

Kisah Rasulullah SAW tersebut sangat patut kita teladani, betapa mulianya beliau yang lebih mengutamakan kepentingan umatnya daripada kepentingan pribadi, padahal pada dasarnya beliau juga membutuhkan uang tersebut untuk membeli qamis. Semoga kita semua mampu meniru perilaku mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.

Artikel terkait :

Pesantren Online

Alfalah Darussalam

Akta Notaris No 35 Tgl 14 Oktober 2008, Ijin Operasional No. KD.11.20/5.A/PP.00/2515/08

 

 

Alamat: Jl. Raya Jepara-Semarang Km 21, Sidigede 15/03, Welahan, Jepara, 59464, Semarang, Jawa Tengah

 


  Jam Kerja

  Senin - Sabtu
Pukul: 08.00 - 16.00 WIB

Untuk respon cepat, silahkan menghubungi kami pada hari dan jam kerja di atas